Suasana perpisahan orang yang ke tanah suci?
Saturday, June 06th, 2009 | Author:

Alhamdulillah pada beberapa hari lalu aku bisa melaksanakan ibadah umroh, pergi ke tanah suci. Tentunya merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa dapat kesempatan berkunjung kesana, apalagi pas keberangkatan adalah bertepatan dengan hari miladku pada saat itu.ngaji rumah1
Oleh karena itu, puji syukur yang tak terhingga kepada Allah, SWT atas kesempatan yang Allah berikan kepadaku dengan momentum tersebut. Sehingga menurutku sudah sepantasnyalah kalau kita sebagai manusia itu harus senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Allah, sesuai dengan firman Allah SWT,
”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Dari pendekatan dalil di atas, patut kiranya kita pahami secara lebih detail supaya kita harus senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun, walaupun masih sangat sulit dalam pelaksanaannya. karena akan ada implikasi yang bisa dibilang azab dan azab Allah itu sangat pedih, bila kita tidak mampu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah yang sangat banyak.

Oleh karena itu, dengan berbekal pasrah, tawakal, dan mengharap ridho dari Allah, di malam sebelum keberangkatan, aku mengadakan tasyakuran sebagai wujud rasa syukur terhadap nikmat yang Allah berikan kepadaku. Pada malam itu pun masih ada beberapa tetangga yang bertanya kepadaku kenapa ngga sekalian haji besar saja.

Memang susah menjawab pertanyaan itu, kenapa umroh dan bukan sekalian haji saja. Aku hanya tersenyum kepada tetanggaku sambil mengucapkan insya Allah mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa melaksanakan haji besar.
ngaji rumah0ngaji rumah2ngaji rumah3ngaji rumah5ngaji rumah6ngaji rumah6ngaji rumah7ngaji rumah8
more…