Suasana perpisahan orang yang ke tanah suci?

Alhamdulillah pada beberapa hari lalu aku bisa melaksanakan ibadah umroh, pergi ke tanah suci. Tentunya merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa dapat kesempatan berkunjung kesana, apalagi pas keberangkatan adalah bertepatan dengan hari miladku pada saat itu.ngaji rumah1
Oleh karena itu, puji syukur yang tak terhingga kepada Allah, SWT atas kesempatan yang Allah berikan kepadaku dengan momentum tersebut. Sehingga menurutku sudah sepantasnyalah kalau kita sebagai manusia itu harus senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Allah, sesuai dengan firman Allah SWT,
”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Dari pendekatan dalil di atas, patut kiranya kita pahami secara lebih detail supaya kita harus senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun, walaupun masih sangat sulit dalam pelaksanaannya. karena akan ada implikasi yang bisa dibilang azab dan azab Allah itu sangat pedih, bila kita tidak mampu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah yang sangat banyak.

Oleh karena itu, dengan berbekal pasrah, tawakal, dan mengharap ridho dari Allah, di malam sebelum keberangkatan, aku mengadakan tasyakuran sebagai wujud rasa syukur terhadap nikmat yang Allah berikan kepadaku. Pada malam itu pun masih ada beberapa tetangga yang bertanya kepadaku kenapa ngga sekalian haji besar saja.

Memang susah menjawab pertanyaan itu, kenapa umroh dan bukan sekalian haji saja. Aku hanya tersenyum kepada tetanggaku sambil mengucapkan insya Allah mudah-mudahan Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa melaksanakan haji besar.
ngaji rumah0ngaji rumah2ngaji rumah3ngaji rumah5ngaji rumah6ngaji rumah6ngaji rumah7ngaji rumah8
Alhamdulillah acara berlangsung khusyu dan lancar.  Yang teringat olehku dari maidzoh ustad yang sekaligus adalah guruku pada malam itu adalah dalam melaksanakan rangkaian ibadah disana itu perbanyaklah ibadah di dua kota suci, jagalah hati karena sangat besar sekali kesempatan orang yang pergi ke tanah suci dan pahala yang begitu besar bagi orang yang mampu secara maksimal melaksanakan rangkaian ibadah karena semata-mata mencari ridho Allah.
Di keesokan harinya yaitu tepatnya hari jumat, yang kebetulan bertepatan dengan hari miladku, aku mendapat kado berupa ucapan selamat dan doa dari saudara, dan teman-teman terdekatku. Aku pun merasakan suasana yang luar biasa pada hari itu, haru dan bahagia. Apalagi dalam beberapa beberapa jam kedepan aku akan berangkat menuju tanah suci.

Sekitar jam 10an, setelah aku merapihkan tas dan perlengkapanku untuk dijalan (karena coper besar sudah dibawa travel biar ga repot), sambil menunggu saudara dan beberapa tetangga yang mau ikut antar.
Setelah beberapa saudara dekat kumpul, ustad H.M.Basyaruddin yang pada kesempatan itu pun hadir segera memimpin doa.  Kemudian beliau meyuruhku untuk berpamitan kepada orang tua dan semua saudara yang hadir pada hari itu. Seiring sholawat yang dilantunkan, akupun berusaha meminta izin dan doa restu kepada semua saudara-saudaraku yang hadir. Adapun yang pertama kali aku meminta izin dan berpamitan adalah ibuku, suasana semkin haru apalagi pada saat aku Ibuku memelukku, pa Ustad berkata bahwa orang yang mo pergi haji atau umroh ibarat orang yang mau meninggal, karena dia meninggalkan semua yang ada, baik keluarga, kerjaan tuk menuju Allah SWT.  Oleh karena itu sambil menangis terisak-isak, ibuku berpesan tolong doakan kami dan semua keluarga disini, semoga Allah memudahkan semua urusan-urusanmu. Akupun tak luput dari suasana haru yang luar biasa, sambil meminta izin dari semua yang ada diruangan, air mataku pun terus keluar membasahi pipiku. Setelah selesai berpamitan dan meminta doa restu, aku dan keluarga pun keluar rumah menuju mobil yang kebetulan pada waktu itu sudah ada 2 mobil. Kamipun berangkat menuju ke bandara Sukarno-Hatta Cengkareng.
Setelah sampai dibandara, kebetulan karena hari jumat aku beserta saudar-saudara yang lelaki mencari masjid tuk menunaik sholat jumat. Sedangkan yang perempuan langsung menuju ruang tunggu. Sambil menunggu takeoff dan boarding pesawat, aku beserta keluarga dan tetangga menunggu di bandara. Memang keberangkatan adalah jam 15.30, tapi seluruh jamaah dianjurkan oleh pembimbing untuk bisa hadir 2 jam sebelumnya, karena proses administrasinya biasanya cukup lama. Aku beserta rombongan pun menuju tempat kumpul jamaah. Sambil bersalaman dengan beberapa jamaah, salah satu saudaraku berkata sambil tersenyum kepadaku dan bilang katanya aku salah pilih rombongan karena kebanyakan dari rombonganku sudah sepuh, dan katanya aku yang paling muda.
Ya sudahlah, karena aku berpikirnya bukan tamasya jadi harus pergi dengan teman-teman yang sebaya.

Setelah dipastikan kumpul semua jamaah dan setelah berdoa masing-masing dari kami pun berpamitan denngan handai tolang, sanak famili untuk masuk keruang tunggu pesawat. Ini gambar suasana perpisahaan dari jamaah,

Suasana sangat haru ketika itu, banyak jamaah beserta keluarga yang berlinang air mata. Demikian juga denganku, apalagi ketika berpamitan dengan kedua orang tuaku, sangat haru sekali sampe ta terasa airmata kami berlinangan keluar.
” ya Allah ya robbi, berikanlah kemudahan terhadap anakku, semoga ia dimudahkan untuk beribadah kepada-Mu, dan berikalanlah keselamatan di dalam perjalanan sampe ketempat tujuan dan juga kembali ketanah air dengan selamat. Aamiin”. Ucap ibundaku sambil memelukku. Terimakasih bunda.

Setelah mengisi form data diri, kemudian kita menuju ruang tunggu pesawat yang dalam prosesnya cukup banyak pemeriksaan juga, sampai 3 kali pemeriksaan. Bahkan madu putihku yang ada di dalam tas pun ta luput dari pemeriksaan, sehingga tidak boleh di bawa dan terpaks harus ditinggalkan.(ya sudah minum dulu walupun sayang setengah ya sudah ditinggal, jadi jangan bawa botol cairan lebih dari 100ml, aqua gelas aja ga boleh).

Setelah kurang lebih 15 menit, rombongan pun di persilahkan untuk menaiki pesawat. Subhanallah pesawatnya besar sekali. (malum baru sekali pergi kluar negeri.hehe). memang hebat pesawat etihat uni emirad, semuanya sudah terkomputerisasi. Bahkan setiap kursi ada perangkat multimedia + tv + earphone, sehingga untuk info yang di sampaikan kepada penumbang sudah melalui tv tersebut. Selain itu, kayanya pesawat itu mampu dinaikin 500 orang bahkan lebih. Setelah takeoff. Subhanallah,  kebayang olehku segitu beratnya benda ditambah lagi beban-beban yang ada termasuk penumpang dan bawaannya bisa terbang dan melayang di angkasa. sangat luar biasa.

Di atas pesawat, alhamdulillah rombongan kita duduk saling berdampingan dan berdekatan. Kebayang kan kalo duduknya terpisah, apalagi misalnya jamaah yang sepuh duduknya dengan orang bule, pasti akan jenuh sekali karena perjalanan memakan waktu 10 jam. Di dalam perjalanan sambil memanfaatkan waktu yang cukup lama, mencoba membaca-baca panduan ibadah umroh dan juga berusaha mengingat beberapa pesan ustad pembimbing dan guru-guru terkait pelaksanaan ibadah disana. sambil melepas lelah di atas peswat aku panjatkan doa kepada ilahi ya Robbi semoga kami semua bisa sampai tujuan dengan selamat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan seluruh aktifitas.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>