Bagaimanakah Pesta Pernikahanku nanti dilaksanakan?

“Kapan ne kamu nikah Roy?”,
itulah ungkapan kesekian kalinya yang terdengar ditelinga Roynan yang ketika itu ikut berperan serta membantu acara pernikahan salah seorang temennya, yang (kebetulan yang nikah anaknya ustad atau guru ngaji) yang memang rumahnya berhadapan dengan rumah Roynan.

”Minta doanya ja Bu, pa :D”,

Dengan senyum tipis roynan menjawab setiap ada pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari setiap tamu yang sebagian besar memang dia kenal karena masih tetangga dalam lingkungan perumahan ala BTN (Bayar Tapi Nyicil).
Sebenarnya tiada yang aneh dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu apalagi dikebanyakan orang Roynan itu udah dibilang mapan, udah punya kerjaan dll, tapi ko blom kunjung menikah. Sehingga secara tidak sadar, walaupun tidak dihiraukan pertanyaan-pertanyaan beberapa ibu-ibu yang datang, terbesit juga di hatinya Roynan pertanyaan ”Kapan ya aku bisa nyusul…??”

Sambil sibuk memfoto-foto, walaupun bukan fotographer ahli, Roynan mencoba mengambil momentum-momentum baik selama acara, tapi tiba-tiba terdengar suara yang agak menggelitik dari ibu si pengantin perempuan ketika pengantin berfoto dengan ibunda dari roynan.
”Foto bareng mami ya, mami ga jadi”, ucap bunda pengantin perempuan seraya becanda ketika bunda Roynan hendak berfoto dengan pengantin. Sambil tersenyum Roynan berusaha maksimal mengambil gambar dengan baik, yang kontan saja membuat Roynan berimajinasi dia lah yang duduk bersanding di Pelaminan Pengantin itu dengan orang yang begitu dicintainya yang berada nun jauh disana.

Tanpa sadar, ditengah keramain pesta, ketika ada jeda istirahat, lontaran-lontaran pertanyaan ”kapan Roy kamu nikah?” terus bersemayam di memori kepala seolah-olah mencari jawaban tuk berpikir bagaimana agar bisa merealisasikannya. Sehingga tanpa sadar Roy teringat seseorang yang dia kagumi serasa deket dihati tapi nun jauh disana.

”Akankah aku bertemu dengannya lagi?”,
”Akankah aku berjodoh dengannya?”,
”Akankah dia menjadi pasangan terbaikku tuk mengarungi bahtera hidup ini?”,

Oleh sebab dia kaget sekali ketika sedang bersantai menikmati makan siang setelah melaksanakan sholat dzuhur, tiba-tiba ada seorang teman lama Roynan memukul bahunya seraya berkata.

”Roy gimana foto-fotonya bagus ga”, tanya Andi padanya.
”Yeah lumayan bagus, coz pixelnya udah 12 MP(MegaPixel)”, jawab Roy padanya.
”Acaranya bener-bener sederhana ya Roy, tidak seperti dikebanyakan pesta-pesta pernikahan yang pernah ane datangi, pasti terkesan kemeriahan dan tentunya proses-proses adat pun tidak ketinggalan, padahal kan pa ustad termasuk orang yang mampu, relasi-relasi bisnisnya pun banyak tapi ko bikin pesta pernikahan untuk anaknya yang pertama, ko cuma kaya gini ya, sangat-sangat sederhana” ungkap Andi kepaya Roynan.

”Nah tu dia Ndi, yang patut kita contoh tah, seharusnya memang kita klo bikin pesta pernikahan ya kaya gitu, ga baik klo terkesan bermegah-megahan. Ada beberapa hal se yang patut kiranya dipahami lebih detil terkait proses pernikahan Islami yang dijelaskan oleh Salman Machfoed
(http://islamakhirzaman.blog.friendster.com/2007/08/pernikahan-islam/) kalo mo liat detailnya.
Beberapa hal-hal atau tahapan yang perlu dilakukan sebelum menikah secara maksimal antara lain
I. Minta Pertimbangan
(minta pertimbangan orang terdekat, atau bahkan dari pihak perempuan)
II. Shalat Istikharah
(mohon petunjuk kepada Allah atas ketetapan hati)
III. Khithbah (peminangan)
Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untukmenyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untukmenikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:

  • 1. Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dini kahi selamanya(masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipardan lain-lain).
  • 2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya.
    Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda: “Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yangsudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yangsudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya.”(HR. Jamaah) Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.

IV. Melihat Wanita yang Dipinang
Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihatwanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untukmelihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihakbenar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnyaDari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahualaihi wa sallam:
“Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnyauntuk menikahinya.” Jabir berkata: “Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat pinanganini di antaranya adalah:

  • 1. Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram.
  • 2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki- laki yang meminangnya.

V. Aqad Nikah
Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi:
a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
b. Adanya ijab qabul.
Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima.
c. Adanya Mahar (mas kawin)
Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang hendak menikahinya menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak menetapkan batasan nilai tertentu dalam mas kawin ini, tetapi atas kesepakatankedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebihmenyukai mas kawin yang mudah dan sederhana serta tidakberlebih-lebihan dalam memintanya.
Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:”Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan.” (HR. Al-Hakim dan IbnuMajah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani)

d. Adanya Wali
Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda: “Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali.” (HR. Abu Dauddan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no.1836).Wali yang mendapat prioritas pertama di antara sekalianwali-wali yang ada adalah ayah dari pengantin wanita. Kalau tidak ada barulah kakeknya (ayahnya ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu atau seayah, kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim.

e. Adanya Saksi-Saksi
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557). Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum aqad nikah diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan khuthbatun nikah atau khuthbatul-hajat.

VI. Walimah

Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda Rasulullahshallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf:
“….Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing.” (HR.Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawudno. 1854)

Nah ndi Coba ja tadi ente liat sebelum akad nikah ada pembacaan maulid nabi muhammad yang didipimpin oleh seorang habaib (Keturunan Rasul Muhammad SAW), luar biasa membuat suasana tambah khusyu, tul kan?, udah gitu pas pengucapan akad si pengantin perempuan tidak ada (tidak seperti yang kebanyakan pengantin laki-laki dan perempuan sudah berdampingan), hanya pengantin laki-laki aja, baru setelah si pengantin pria sudah melakukan ijab qabul dengan wali dari pengantin perempuan baru pengantin perempuan di datangkan”.
”Serunya lagi pas tadi, acara mau idzoh (ceramah) disampaikan oleh kyai Zainudin MZ, seperti yang disampaikan oleh MC, kirain beneran ada kyainya ternyata cuma kaset aja”, hehe tambah Roynan kepada Andi.
”Iya semuanya pake kaset ya, bener-bener sangat sederhana”,tambah Andi.
” So kapan ente nyusul Roy”,
” Ya doain ja ndi”, ungkap Roy sambil senyum.
” Gimana masih sama orang jauh itu Roy, indonesia bagian timur ya”, ledek Andi padanya.
” Ya klo jodoh kan ga kemana, yea memang aku pernah berkunjung tuk bersilaturahmi dengan keluarganya beberarapa waktu lalu dan itu memang yang pertama karena memang jaraknya yang sangat jauh”.
Walau begitu dengan persepsi maksimal Roynan senantiasa berharap agar Allah memudahkan harapan-harapannya tuk bisa berjodoh dengan gadis impiannya itu, karena memang selain jarak yang cukup jauh, tentunya perlu dukungan yang maksimal secara financial untuk bisa kesana, dan lagi saat ini si gadis pun masih kuliah dan baru 3 tahun lagi selesai. So pasti blom terpikir oleh gadis itu untuk nikah cepat-cepat apalagi orang tuanya menginginkan anaknya harus lulus dulu baru boleh menikah.”Tambah Roy kepada Andi
kamu tau kan Ndi,

man jadda wa jadda yakni Siapa orang yang bersungguh-sungguh akan mendapati berdasarkan kesungguhannya.”

”Yup aku setuju, man jadda wa jadda siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat , dulu aku punya temen kuliah, yang aku kenal dia suka sama seorang temen perempuan, tapi perempuan itu sangat tidak menyukainya, bahkan kalo perempuan itu sedang berkumpul dengan teman-temannya, ketika lelaki itu datang sesegera mungkin perempuan itu selalu menghindar, seolah tidak mau kenal dengannya”
”Sampe seperti itu kah perilaku perempuan itu”, tanya Roy pada Andi.
”Yup bahkan pernah suatu ketika aku pernah menasehati temenku itu, untuk bisa tersenyum kalo bertemu dengan lelaki itu agar lelaki itu tidak sakit hati, tapi apa jawabnya, dia tidak mau dikarenakan, anggapannya akan memberikan sebuah pengharapan, karena emang bener-bener dia merasa tidak suka, tapi selang waktu berlalu setelah lulus aku denger, ternyata yang menjadi suaminya sekarang adalah lelaki itu”. Jelas Andi seraya meneguk sebuah minuman.
”Itulah jodoh ya Ndi”, tegas Roy padanya.

“Satu lagi, aku pernah denger cerita yang luar biasa terkait jodoh, bayangkan si lelaki sampe diludahin akibat berusaha mendekati seorang perempuan dan berniat untuk dinikahinya, sampe si perempuan kabur ke kampung halamannya dikarenakan merasa sangat terganggu dengan kehadiran lelaki itu, walaupun sebenarnya saudara-saudara dari si perempuan itu malah mengharapkan agar si perempuan tetap kerja di kota metropolitan yakni jakarta bersama saudaranya. Sampe akhirnya karena kegigihannya, si Lelaki tetap berusaha mencari tau keberadaan si Perempuan itu, sampe-sampe ia mendatangi kampung perempuan itu. yang kemudian lelaki itu berkata kepada keluarga si perempuan,
Kalau saya tidak bisa menikah dengan dia, saya bakar kampung ini!! tegas lelaki itu, coba bayangkan kalo dipikir agak kasar dan keterlaluan se tindakan yang dilakukan oleh lelaki itu, bener ga Ndi? yang kemudian mereka pun menikah dan dikaruniain 3 orang anak, yang alhamdulillah anak2nya tidak ada yang badung atau nakal”, tutur Roynan kepada Andi.

”Oleh karena itu Ndi, kalo aku sih berpikir sekarang yang perlu aku lakukan adalah memaksimalkan ikhtiar dengan doa, aku berharap dengan doa itu bisa membuka kemudahan-kemudahan terhadap urusan-urusan dan hajat-hajatku”, tambah Roy sambil menghabiskan sisa makanannya.
”boleh tau doanya Roy?”, tanya Andi padanya.”

Aku berdoa memohon kepada Allah karena kita sebagai makhluk yang lemah, yang tidak berdaya tanpa pertolongan dari-Nya, semoga Allah memudahkan hajatku khususnya tuk menikahi gadis itu, yang bilamana gadis itu baik buatku, buat meningkatkan pemahaman Agamaku tuk senantiasa bisa bertaqarub pada-Mu, Dekatkanlah dan Segerakanlah aku tuk bisa menikahinya, dan bila tidak, mudahkanlah aku untuk tidak berharap banyak darinya dan aku mampu untuk melupakannya namun tetap bisa maksimal untuk bisa menjaga silaturahmi dengannya, dan semoga masing-masing dari kami mendapatkan pendamping hidup yang terbaik atas ridhoMu ya robbi”

urai Roynan ke Andi.
”Mudah-mudahan kita selalu diberi petunjuk untuk bisa istiqomah menjalankan semua perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangannya ya Roy”, tambah Andi, yang kemudian disusul oleh tawa mereka berdua, dan Roy pun kembali bersiap-siap untuk mengambil gambar foto lagi.
Semakin sore semakin rame tamu-tamu yang berdatangan, Roynan pun semakin sibuk karena harus sigap tuk mengambil gambar-gambar dalam acara. Setelah menjelang ashar seusai sholat, ditengah kelelahan dan mempersiapkan sedikit tenaga karena memang acara pernikahan yang sering ada disekitar rumahnya diadakan sampe malam setelah isya. Oleh karena itu, terbayang di benaknya apakah nanti klo dia menikah, acara yang diadakan itu pun harus sampe malam ataukah cukup digedung saja dengan waktu yang tidak terlalu panjang paling sekitar 3 jam sampe 4 jam. Selain itu, seperti apakah acara pesta yang akan dilaksanakan, so pasti dia cuma bertekad dan berniat semoga pesta pernikahannya kelak dilakukan sesuai dengan tuntunan dan syariat islam.? Semoga saja dia berharap dan senantiasa berdoa agar bisa diberikan kemudahan oleh Allah.

Category: islami  Tags: ,
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>